CODEIN: Saatnya Mahasiswa Berani Bicara!

BEM KM Fakultas Farmasi UNAND kembali membuat gebrakan baru. Selasa, 03 Maret 2015 lalu, Departemen Kastrat dibawah BEM KM Fakultas Farmasi UNAND mengadakan kegiatan bertemakan debat dan diskusi. Community of Debate and Discussion, yang selanjutnya disingkat CODEIN, adalah sebuah komunitas atau wadah pertama di lingkungan farmasi Unand yang bergerak didalam pengembangan softskill debat dan diskusi. Dengan latar belakang masih minimnya kemampuan untuk menyuarakan aspirasi, CODEIN dibentuk sebagai wadah dalam bertukar pikiran, informasi, serta menyuarakan aspirasi, baik dalam bentuk debat maupun diskusi.

CODEIN yang dilaksanakan di lantai 3 Fakultas Farmasi lama ini resmi dibuka oleh Gubernur BEM KM Fakultas Farmasi Unand, Vonny Kurnia Utama, dan dilanjutkan dengan penyampaian latar belakang dan gambaran umum mengenai CODEIN oleh Kepala Departemen Kastrat, Hadi Syukria. Kegiatan yang berlangsung sekitar 2 jam ini diikuti oleh mahasiswa farmasi Unand (KBMF) dari berbagai angkaan yang berbeda.

Setelah penyampaian latar belakang dan gambaran umum CODEIN, kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi ringan antar peserta. Disamping untuk berbagi ilmu, diskusi juga bertujuan untuk menambah ilmu, serta melatih kemampuan berbicara di depan orang banyak. Selanjutnya, berbekal kemampuan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan potensi debat dengan berbagai tema yang diberikan, khususnya kesehatan dan farmasi.

Sebagai luaran dari kegiatan ini, diharapkan nantinya anggota CODEIN dapat berpikir kritis, dapat menambah wawasan dengan seringnya berdiskusi, mampu membangun kerjasama tim, serta lebih luwes dan cakap dalam berbicara. Untuk jangka panjang, peserta diharapkan mampu bersosialisasi dengan mudah dalam kehidupan bermasyarakat ataupun dunia kerja nantinya.

Untuk kedepannya, CODEIN akan terus dilaksanakan secara rutin dan dapat diikuti oleh berbagai angkatan di lingkungan farmasi Unand. Dengan adanya CODEIN ini pula, diharapkan mahasiswa farmasi cakap dan mampu bersaing dalam segi lisan dan tulisan, baik di lingkungan fakultas, univeristas, maupun nasional. (Atika Melati)

Read More

Difteri, Yang Telah Lama Hilang, Muncul Kembali

Di penghujung bulan Januari tahun ini masyarakat kota Padang dikejutkan dengan pernyataan Pemkot Padang tentang status KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri bagi kota tersebut. Dikatakan KLB karena penyakit difteri ini jarang muncul namun saat muncul menyebabkan kematian. Hal ini terkait dengan ditemukannya tujuh pasien, dua diantaranya meninggal dunia, satu orang dinyatakan positif serta empat orang diduga terjangkit penyakit mematikan difteri beberapa waktu lalu. Diketahui, difteri merupakan penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri Cornyebacterium diphteriae. Penyakit ini dominan menyerang anak-anak. Gejalanya adalah demam, sulit untuk menelan, terdapat pembesar kelenjar, dan ditenggorokan terdapat selaput berwarna keabu-abuan. Gejala ini kerap diabaikan oleh orang tua karena mirip dengan sakit flu biasa.

Difteri menyebabkan adanya selaput di bagian dalam tenggorokan, sehingga dapat menyebabkan kesulitan  bernapas, menelan  dan bahkan bisa mengakibatkan mati lemas. Bakteri menghasilkan racun yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi berat seperti kelumpuhan dan gagal jantung. Difteri dapat ditularkan melalui batuk dan bersin orang yang terkena penyakit ini. Sekitar 10% penderita difteri meninggal akibat penyakit ini.

(more…)

Read More