KAJIAN : Haruskah Bakti Farmasi ditiadakan?

Kemah Bakti Mahasiswa Farmasi, atau yang lebih dikenal dengan Bakti Farmasi, merupakan suatu acara tahunan yang diangkatkan oleh mahasiswa farmasi sejak puluhan tahun yang lalu. Acara yang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat ini diadakan di daerah-daerah yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan dengan berbagai bentuk kegiatan didalamnya.

Dalam sejarahnya, kegiatan Bakti Farmasi melibatkan berbagai pihak dalam penyelenggaraannya, diantaranya adalah Keluarga Besar Mahasiswa Farmasi (KBMF), mahasiswa baru fakultas Farmasi, dosen dan pihak dekanat, serta masyarakat tempat diadakannya Bakti Farmasi. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari dengan acara utama berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan konseling. Selain acara tersebut, berbagai acara lain juga pernah dilakukan, seperti sunat masal, pengenalan berbagai produk farmasi, penyuluhan kesehatan, dan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan lainnya.

Dewasa ini, segala kegiatan mahasiswa yang berbentuk kemah bakti mahasiswa sudah dilarang oleh pihak universitas melalui surat edaran rektor. Ada berbagai alasan yang dikemukakan oleh pihak rektorat, diantaranya adalah untuk menghindari terjadinya perpeloncoan terhadap mahasiswa baru di daerah kemah bakti dilaksanakan, yang akhirnya berimbas pada kegiatan Bakti Farmasi. Untuk mendapatkan titik terang, BEM KM F Farmasi UNAND pun tidak tinggal diam. Sebagai upaya awal, beberapa waktu lalu telah dilakukannya audiensi dengan pihak rektorat. Hasilnya, tanggungjawab kegiatan Bakti Farmasi dilimpahkan sepenuhnya ke pihak fakultas. Dari pihak fakultas, kegiatan Bakti Farmasi juga belum menemui titik terang hingga saat ini, yang awalnya bahkan terancam batal dilaksanakan.

Menurut pendapat sebagian besar mahasiswa farmasi, alasan pelarangan kegiatan kemah bakti sangat tidak masuk akal. Pasalnya, isu-isu bahwa terjadinya kegiatan perpeloncoan saat kemah bakti terhadap mahasiswa baru tidak memiliki bukti konkrit. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pemantauan dan keterlibatan dosen pembimbing Bakti Farmasi, dosen-dosen fakultas farmasi, dan pihak dekanat yang selalu berada di lokasi penyelenggaraan Bakti Farmasi dari awal kegiatan di hari pertama hingga akhir kegiatan dihari ketiga. Alasan yang menyebabkan belum adanya titik terang kegiatan Bakti Farmasi dari pihak fakultas hingga kini masih menjadi misteri.

Diluar masalah tersebut, berbagai persiapan kegiatan Bakti Farmasi masih terus dilakukan oleh panitia, dimulai dari pencarian lokasi Bakti Farmasi, pencarian dana, pengumpulan berbagai jenis obat-obatan, pengurusan perlengkapan dan surat izin, hingga penyusunan rangkaian acara yang akan dilaksanakan. Berbagai persiapan ini telah dilakukan panitia (more…)

Read More

Press Release: Kegiatan Panti Binaan Fakultas Farmasi Universitas Andalas

20150518085316Untuk meningkatkan rasa kepedulian dan rasa kasih sayang terhadap adik-adik yang ada di Panti Asuhan, Departemen Kesejahteraan Mahasiswa dan Masyarakat(KMM) BEM KM Fakultas Farmasi Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Panti Binaan yang dilaksananakan setiap bulannya dari bulan April 2015 sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan empati mahasiswa terhadap sesama, memberikan edukasi bagi generasi penerus bangsa, dan membangun generasi muda yang intelektual dan bermartabat nantinya. Kegiatan ini akan dilakukan di (more…)

Read More

“Menunjukkan Eksistensi Profesi Apoteker melalui UKAI”

PRESS RELEASE SHARING KNOWLEDGE

            Sharing Knowledge yang merupakan agenda rutin BEM KM Fakultas Farmasi Universitas Andalas telah berhasil diangkatkan untuk kedua kalinya. Kali ini, agenda yang merupakan salah satu program kerja dari departemen Kajian dan Strategi ini mengangkatkan tema “Menunjukkan Eksistensi  Profesi Apoteker melalui UKAI”.

             Pada pukul 14.00 wib tanggal 23 April 2015, acara yang mendatangkan narasumber dosen sekaligus salah seorang tim UKAI, Bapak Syofyan, S.Si., M.Farm., Apt. ini dibuka langsung oleh moderator yang dipegang oleh Hadi Syukria, kepala departemen Kajian dan Strategi. Acara ini berlangsung selama lebih kurang 2 (dua) jam sampai pukul 16.00 wib.

            Acara ini mendatangkan ketertarikan besar dari mahasiswa farmasi, pasalnya isu yang diangkatkan kali ini merupakan isu yang memang sedang hangat untuk diperbincangkan dan membuat penasaran para mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir yang akan menginjakkan kaki di tingkat apoteker.

            Sebagai open statement, bapak Syofyan memaparkan bahwa UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker) merupakan ujian untuk mendapatkan sertifikat kompetensi apoteker yang merupakan syarat wajib bagi profesi apoteker guna menyamarataan kompetensi seluruh perguruan tinggi farmasi di Indonesia yang memiliki luaran yang berbeda-beda.

            Ujian Kompetensi ini memakai 2 (dua) metode, yaitu metode CBT dan OSCE. Namun, kedua ujian ini baru akan diberlakukan pada tahun 2018 atau 2019. Untuk saat ini, hanya diberlakukan tes CBT.

            Tes CBT memuat 6 tinjauan seperti yang tercantum dalam Matriks Blueprint, yaitu area kompetensi, dimensi perilaku, reasoning ability, penerima layanan, sediaan farmasi, dan farmakoterapi. Keenam tinjauan tersebut akan (more…)

Read More

Calon Bintang Aktivis Kampus Fakultas Farmasi Wisuda II Mei 2015

Telah dibuka pendaftaran “Calon BAK F.Farmasi” periode wisuda II Mei 2015

Persyaratan

1. Mengisi formulir pendaftaran dibawah ini. Mencantumkan semua kegiatan yang pernah diikuti beserta bukti berupa sertifikat

2. IPK > 2,5 (lampiran fotokopi transkrip nilai)

3.  Lulus maksimal 5 tahun

4. Pernah menjabat di lembaga Fakultas Farmasi

5. Foto 2×3 1 lembar, 4×6 2 lembar

6. Melampirkan semua sertifikat penghargaan

7. Semua persyaratan dimasukkan kedalam map merah dengan format

Nama, BP dan tulisan BINTANG AKTIVIS KAMPUS di depan map

DISERAHKAN PALING LAMBAT TANGGAL 15 MEI 2015

 

form calon BAK

Read More