OFI IV


A.  Latar Belakang

Globalisasi menyebabkan mobilitas manusia, modal, jasa, ideologi, media dan budaya melewati batas-batas territorial negara. Peran batas-batas teritorial di satu sisi yang berkurang akan memberikan peluang bagi negara untuk meningkatkan produktivitasnya, namun di satu sisi lain juga memicu tingkat persaingan. Hanya bangsa dengan daya saing tinggi yang dapat mengambil manfaat dari era-globalisasi tersebut. Membandingkan indeks daya saing bangsa (Global Competitiveness Index) pada tahun 2010-2011 Indonesia menempati posisi ke-46 dari 142 negara, turun dua tingkat dari tahun 2010. Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara anggota ASEAN seperti: Singapura (2), Malaysia (21), Thailand (39). Salah satu fakta penting lainnya adalah Vietnam dan Filipina berada di belakang Indonesia, pada peringkat ke 65 dan 75 berturut-turut namun mengejutkan bahwa Filipina, dapat menunjukkan kualitasnya dengan naik 10 tingkat dari peringkat ke 85 tahun lalu. (Sumber: WEF (2011), The Global Competitiveness Report 2011-2012)

Salah satu cara untuk meningkatkan indeks daya saing bangsa adalah pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, pengembangan sumber daya manusia di Indonesia masih belum memuaskan. Laporan UNDP (The United Nations Development Program) 2011 menempatkan pengembangan sumber daya manusia Indonesia (Human Development Index, HDI) pada urutan ke-124 dari 187 negara. Keadaan seperti ini cukup memprihatinkan karena sebagai bangsa dengan jumlah penduduk yang besar Indonesia seharusnya mampu untuk mengembangkan dan memanfaatkan kualitas sumber daya manusianya.

Sumber daya manusia yang handal dan profesional mutlak diperlukan untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam seoptimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pemanfaatan kekayaan alam sebagai obat. Eksplorasi bahan alam ini untuk menjadi bahan baku obat tentunya sangat memerlukan tenaga yang handal dan memiliki pengetahuan yang sangat kompete2n di bidangnya, terutama di bidang farmasi. Melalui rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian, hal ini akan mampu mengubah bahan baku alam menjadi bentuk obat yang dapat dimanfaatkan. Meningkatnya jumlah kebutuhan akan obat, tekanan kompetisi perdagangan, berkembangnya inovasi produksi massal, dan lahirnya berbagai penyakit baru akan terus mendorong inovasi dalam penemuan dan jumlah pengembangan obat. Karena itu, keberadaan ilmuwan farmasi yang handal dan profesional di bidang farmasi mutlak diperlukan. Selain itu, ketersediaan tenaga terdidik dan terampil secara massif juga sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai langkah untuk menghasilkan ilmuwan farmasi di atas, tentunya diperlukan pendidikan ilmu farmasi di institusi perguruan tinggi yang ditunjang oleh berbagai kurikulum yang kompeten dan kegiatan-kegiatan pendukung akademik lainnya. Salah satu bentuk kegiatan pendukung ini adalah berupa kegiatan yang dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang IPTEK kefarmasian.

Berdasarkan hal inilah, maka diselenggarakan kegiatan Olimpiade Farmasi Indonesia yang selanjutnya disingkat dengan OFI yang juga merupakan wadah bagi mahasiswa farmasi seluruh Indonesia dalam menjalin silahturahmi dan saling tukar informasi di bidang IPTEK kefarmasian.

OFI untuk pertama kali dilaksanakan di Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang tahun 2009 bersamaan dengan dies natalis ke-45 Fakultas Farmasi Universitas Andalas dan mendapat dukungan dari Dirjen DIKTI dalam bentuk pemberian piala bergilir untuk peserta perguruan tinggi yang memperoleh juara umum. OFI ini memperlombakan 2 bidang ilmu yaitu sains dan teknologi farmasi/farmasetik dan farmakologi / farmasi klinis.

Pada OFI I tersebut, diikuti oleh 8 perguruan tinggi dengan jumlah peserta 54 orang yaitu bidang sains dan teknologi farmasi/farmasetik 28 orang dan bidang farmakologi / farmasi klinis 26 orang. Dalam OFI I ini, juara umum diperoleh oleh Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Ditahun berikutnya, tahun 2010, OFI II diselenggarakan di UHAMKA yang diikuti oleh 18 perguruan tinggi farmasi dengan jumlah 52 peserta di bidang farmakologi/farmasi klinis dan di bidang sains dan teknologi farmasi/farmasetik diikuti sebanyak 49 peserta. Dan pada pelaksanaan OFI II ini, juara umum direbut oleh Sekolah Farmasi ITB. Selanjutnya pada tahun 2011, Allhamdulillah kegiatan Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) III telah terlaksanakan pada tanggal 23 – 25 September 2011 yang diikuti sebanyak 18 perguruan tinggi farmasi se – Indonesia dengan para peserta sebanyak 69 orang delegasi dari 2 bidang yang diperlombakan. Dalam olimpiade ini, SF ITB kembali menjadi juara umum untuk  kedua kalinya.

Pada tahun 2012, OFI IV kembali diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas sebagai tuan rumah. Kedepannya diharapkan acara OFI akan menjadi acara rutin dan icon Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

 

B.  Tujuan

Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) ini bertujuan untuk :

  1. Menggali dan mengasah kemampuan mahasiswa farmasi seluruh Indonesia di bidang IPTEK kefarmasian.
  2. Mengembangkan hard skill dan soft skill antar mahasiswa farmasi seluruh Indonesia
  3. Sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi dan persaudaraan antar sesama mahasiswa farmasi seluruh Indonesia.
  4. Sebagai wadah untuk saling tukar informasi berkaitan dengan perkembangan IPTEK kefarmasian.

 

C.  Hasil yang diharapkan

  1. Mendorong mahasiswa farmasi dalam menyiapkan diri dengan lebih baik untuk menjadi farmasis yang kompeten.
  2. Terjalinnya hubungan silahturahmi dan persaudaraan antar mahasiswa farmasi seluruh Indonesia.
  3. Diperolehnya informasi yang berkaitan dengan pengetahuan dan pengembangan IPTEK di bidang kefarmasian.

 

 

DESKRIPSI KEGIATAN

 

A.  Kegiatan yang telah dilaksanakan
1.      Pedoman Umum Kegiatan

1.1  Komite Olimpiade Farmasi Indonesia ( KOFI )

KOFI adalah lembaga independen yang dibentuk dan berkedudukan di Fakultas Farmasi UNAND, yang bertugas dalam hal penjaminan mutu OFI, terutama yang terkait dengan penyediaan soal OFI dan masalah penjurian. Adapun susunan KOFI sejak dari tahun 2009 sampai sekarang adalah sebagai berikut :

  1. Pelindung              : 1. Dirjen DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Rektor Universitas Andalas
    1. Penasehat              : 1. Ketua APTFI
      1. Ketua PP Ikatan Apoteker Indonesia

3. Pembantu Rektor III Universitas Andalas

c. Penaggung Jawab    : Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas

d.   Ketua                    : Syofyan,S.Si.,M.Farm,Apt

e.  Anggota                  : 1. Dr. Erizal, MS, Apt (Bidang Farmasetik )

2.Yelly Oktafia Sari, M.Pharm, Apt (BidangFarmakologi)

1.2  Bidang Lomba

Bidang lomba OFI dan materi ujinya adalah sebagai berikut:

  1. Sains dan Teknologi Farmasi/Farmasetika

Topik umum : Desain Produk Obat

Materi :

  1. Teknologi Sediaan Farmasi (formulasi sediaan solid, semi solid, dan liquid serta sediaan steril)
  2. Biofarmasetika-Farmakokinetika
  3. Stabilitas Obat
  4. Kimia Farmasi
  5. Farmakologi/Farmasi Klinis

Topik umum :Drug Related Problems

 

 

Materi :

  1. Farmakoterapi
  2. Farmakokinetika klinik
  3. Farmakologi-Toksikologi
  4. Biologi Farmasi/Obat Tradisional

 

1.3    Dewan Juri OFI

Dewan juri OFI terdiri dari dosen farmasi yang kompeten dari PT (Perguruan Tinggi) anggota APTFI (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi seluruh Indonesia) serta praktisi yang ditetapkan melalui SK KOFI.

Dewan juri terdiri dari seorang ketua dan dua anggota untuk masing-masing bidang lomba. Dewan juri bertugas melakukan penilaian baik pada babak penyisihan maupun pada babak final serta mengumumkan hasil tiap tahapan lomba.

 

1.4 Tim Pembuat Soal

Soal OFI dibuat oleh sebuah tim independent yang berasal dari dosen farmasi yang kompeten dari PT anggota APTFI yang ditetapkan melalui SK KOFI. Jumlah  anggota tim pembuat soal sebanyak 3-5 orang tiap bidang lomba.

1.5    Agenda Acara

Agenda kegiatan OFI adalah sebagai berikut:

  1. Kegiatan Utama

Berupa kegiatan lomba babak penyisihan dan babak final

  1. Kegiatan Pendukung

Berupa kegiatan acara pembukaan dan penutupan, kegiatan persahabatan seperti jamuan makan malam, kegiatan wisata, dan kegiatan lainnya. Pada acara pembukaan dilakukan penyerahan piala bergilir dari Dekan atau Ketua Jurusan/Prodi Farmasi kepada ketua KOFI untuk diserahkan ke panitia pelaksana dan pada acara penutupan dilakukan penyerahan piala bergulir oleh Ketua KOFI kepada Tim Juara Umum.

  1. Kegiatan Ilmiah

Berupa kegiatan seminar ilmiah.

 

 

1.6     Teknis Lomba

Lomba dilaksanakan dalam dua babak yaitu:

  1. Babak penyisihan dilaksanakan pada hari pertama

Babak ini berupa penyelesaikan soal-soal tertulis, baik pilihan ganda maupun essay. Alokasi waktu 120 menit.

  1. Babak final dilaksanakan pada hari kedua

Berupa ujian secara lisan atau presentasi bagi lima besar. Pada tahap ini, lomba diadakan dalam tiga babak, yaitu

Babak I :      Soal penjatahan, masing-masing diberi soal dengan bobot yang sama dan jika jawaban peserta kurang sempurna, akan dilempar kepada semua peserta yang lain. Untuk jawaban yang benar nilai tertinggi 100,  sedangkan jawaban salah nilai terendah 0.

Babak II :     Untuk soal rebutan, Peserta pertama yang dapat menjawab akan diberi kesempatan untuk menjawab. Soal ini tidak dilempar. Untuk jawaban benar nilai tertinggi 100, bila jawaban salah akan mendapat nilai minus 50.

Babak III :   Analisis kasus, sama seperti babak kedua, tapi soal yang diberikan lebih dalam bentuk analisis kasus. Jika soal yang dijawab kurang sempurna akan dilempar kepada peserta lain sampai diperoleh jawaban yang mendekati sempurna. Bila jawaban benar nilai tertinggi 100, sedangkan jawaban salah nilai terendah 0.

 

1.7     Pemenang dan Hadiah

  1. Pemenang masing-masing kelompok atau bidang OFI adalah juara 1,2,dan 3.
    1. Tiap pemenang akan memperoleh hadiah berupa tropi, piagam, medali dan tabanas (minimal Rp 7.500.000,- untuk juara pertama, Rp 5.000.000,- untuk juara dua, Rp 3.000.000,- untuk juara ketiga). Khusus untuk piagam ditandatangani oleh Dekan, Ketua KOFI dan Ketua Panitia Pelaksana.
    2. Bagi perguruan tinggi yang memperoleh point tertinggi berdasarkan kumulatif nilai dari dua bidang lomba (juara pertama bernilai 5, juara kedua bernilai 3, juara ketiga bernilai 1), akan diberikan tropi bergilir juara umum dari Dirjen DIKTI. Jika masih terdapat nilai yang sama, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah peserta yang masuk final kedua babak.

 

2. OFI I

2.1.  Waktu / Tempat           

14-15 Agustus 2009 / Universitas Andalas

2.2.  Peserta

NO Perguruan tinggi

Farmasetika

Farmakologi

Jumlah

1

UIN

5

7

12

2

UNAND

13

11

24

3

STIFI

2

2

4

4

UMS

2

1

3

5

USD

1

1

2

6

STIFAR

1

1

2

7

UHAMKA

2

3

5

8

Univ. Surabaya

-

2

2

TOTAL

26

28

54

 

2.3.  Hasil

Sains dan Teknologi Farmasi/Farmasetika

Rangking

Nama

Utusan

1

Ardian Susanto UHAMKA, Jakarta

2

Febrina Kartika Chrisanti UIN, Jakarta

3

Belinda Anggeriani UNAND, Padang

 

Farmakologi/Farmasi Klinis

Rangking

Nama

Utusan

1

Rizki Fauzia UHAMKA, Jakarta

2

GustiAyu Dewi Lestari Universitas Surabaya

3

Eryanti UHAMKA, Jakarta

 

 

3. OFI II

3.1.  Waktu / Tempat

28-29 Juli 2010 / UHAMKA

3.2. Peserta

NO Perguruan tinggi

Farmaseutika

Farmakologi

Jumlah

1

ITB

3

4

7

2

UHAMKA

11

11

22

3

UNTAG

2

2

4

4

UII

1

3

4

5

USD

3

3

9

6

UNLAM

1

1

2

7

UNHAS

1

1

2

8

UMS

2

2

4

9

UIN

11

11

22

10

UNAND

2

2

4

11

UNSOED

2

5

7

12

STIFA KEBANGSAAN

-

1

1

13

STIFI BANDUNG

3

3

6

14

ATF RIAU

-

1

1

15

STF RIAU

1

-

1

16

UMP

1

1

2

17

U MATH’LAUL ANWAR

1

1

2

18

UP

2

-

2

19

ISTN

1

-

1

20

UNPAK

1

-

1

TOTAL

49

52

104

 

3.3. Hasil

Sains dan Teknologi Farmasi/Farmasetika

Rangking

Nama

Utusan

1

Jeffry Adiwijaya ITB, Bandung

2

Tiana UP, Jakarta

3

Titi Sudiati ITB, Bandung

 

Farmakologi/Farmasi Klinis

Rangking

Nama

Utusan

1

Alfian Sugiarto UHAMKA, Jakarta

2

Levina Ferdiana ITB, Bandung

3

Zuanta Pangestuti UHAMKA, Jakarta


4. OFI III

4.1. Waktu / Tempat       :  23-25Septembar 2011 / UNAND

4.2.   Peserta

No.

Perguruan Tinggi

Farmakologi

Farmaseutik

Jumlah

1

UI

1

1

2

2

ITB

2

4

6

3

UNAND

7

7

14

4

Universitas Surabaya

2

2

4

5

UHAMKA

4

3

7

6

Universitas Lambung Mangkurat

1

1

2

7

UNSOED

1

1

2

8

UIN Syarifhidayatullah

1

1

2

9

STIFAR Riau

2

2

4

10

UNIHAZ

1

1

2

11

STIFARM Padang

3

3

6

12

STIFI Padang

1

1

2

13

Universitas Pancasila

2

-

2

14

Universitas Sanata Dharma

2

2

4

15

USU

-

2

2

16

UNSRAT

-

3

3

17

UMP

1

2

3

18

UMS

1

1

2

TOTAL

32

37

69

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3.   Hasil

Farmakologi / Farmasi Klinis

Rangking

Nama

Utusan

1

Benny Setiawan Universitas Surabaya, UBAYA, Surabaya

2

Marcella Pradipta Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

3

Lailatur Rahmi Universitas Andalas, UNAND, Padang

 

Sains dan teknologi Farmasi/Farmasetika

Rangking

Nama

Utusan

1

Yuda Prasetya ITB, Bandung

2

Egi Chandra ITB, Bandung

3

Shafa Nabilah Universitas Pancasila, Jakarta

 

B.      Kegiatan yang akan dilaksanakan
1.      Sasaran

Yang akan menjadi sasaran Olimpiade Farmasi Indonesia ( OFI ) IV ini adalah seluruh perguruan tinggi farmasi yang ada di seluruh Indonesia, dengan dikelompokkan atas dua kelompok bidang lomba, yaitu :

  1. Kelompok Sains dan Teknologi Farmasi/Farmaseutika
  2. Kelompok Farmakologi/Farmasi Klinis

Persyaratan peserta adalah mahasiswa S1-Farmasi yang masih aktif dan terdaftar pada semester berjalan, tidak terikat dengan dengan semester dan Indeks Prestasi (IP), asal dapat menguasai materi lomba seperti di atas.

Peserta yang dibiayai adalah sebanyak 4 orang utusan dari tiap perguruan tinggi. Utusan tersebut terbagi atas 2 bidang lomba yaitu sains dan teknologi farmasi/farmasetik dan farmakologi/farmasi klinis.

2.      Waktu dan tempat

Waktu                        : 20-23 September 2012

Tempat           : Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang

 

3.      Kepanitian

OFI IV ini dilaksanakan oleh BEM Fakultas Farmasi Universitas Andalas dalam bentuk kepanitiaan dengan jumlah 31 orang dengan susunan sebagaimana terlampir dalam lampiran D.

 

ROUNDOWN ACARA

WAKTU

KEGIATAN

I. 19September 2012
07.00 – 21.00 Penjemputan peserta
19.00 – 21.00 Jamuan makan malam dan temu ramah panitia dan peserta
21.00 Istirahat
II. 20 September 2012
05.00-07.00 Bangun pagi dan melakukan aktifitas pribadi
 07.00 – 07.30 Sarapan pagi
07.30 – 08.00 Berangkat ke lokasi / UNAND
Acara pembukaan :
 08.00 – 08.15 Tari pasambahan
 

 

 

 

 

 

08.15-11.00

 

 

 

 

 

 

Pembukaan
1. MC
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur””an
3. Lagu kebangsaan Indonesia Raya
4. Kata Sambutan
    • Ketua panita OFI
    • Ketua BEM FF UNAND
    • Rektor UNAND
    • KOFI
    • Gubernur Sumatera Barat
    • Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan DitjenDIKTI
5. Penampilan lagu khas minang
6. Penampilan tarian khas minang
7. Do””a
11.00 – 14.00 ISHOMA
14.00 – 17.00 Lomba tahap 1
17.00 – 19.00 Istirahat, shalat dan aktivitas pribadi
19.00 – 20.00 Makan malam
20.00 – 20.30 Pengumuman peserta yang masuk 5 besar
20.30 – 22.00 Kembali ke penginapan dan istirahat
III. 21 September 2012
 05.00 – 07.00 Bangun tidur dan  melakukan aktivitas pribadi
07.00 – 07.30 Sarapan pagi
07.30 – 08.00 Menuju lokasi lomba
08.00 – 16.00 Babak final:
    • 08.00 – 10.00 Sesi I
    • 10.30 – 12.30 Sesi II
    • 12.30 – 14.00 ISHOMA
    • 14.00 – 16.00 Sesi III
16.00 – 19.00 Istirahat, shalat dan aktivitas pribadi
19.00 – 19.45 Jamuan makan malam bersama Gubernur  Sumbar
20.00 – 22.00 Kembali ke penginapan dan istirahat
IV.  22 September 2012
 05.00 – 06.30 Bangun pagi dan melakukan aktivitas pribadi
06.30 – 08.00 Sarapan pagi
08.00 – 11.00 Seminar Nasional
11.00 – 12.00 Pengumuman pemenang dan penutupan OFI IV
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 18.00 Kunjungan wisata ke Bukittinggi
18.00 – 20.00 ISHOMA
20.00 – 05.00 Kembali ke penginapan dan istirahat
V. Minggu, 23 September 2012
 05.00 – 06.30 Bangun pagi dan melakukan aktivitas pribadi
06.30 – 07.00 Sarapan pagi
07.00 – 12.00 Kepulangan peserta